Thursday, 3 May 2012

SINDIRAN TUK’ MAHASISWA


Mahasiswa kaum terpandang… kaum yang sering di agung-agungkan
Menyadari tapak kaki ini sudah lelah dirimulah sang penerus bangsa.
Perubahan perubahan negeri ini adalah tanggung jawabmu
Meminta REVOLUSI  dan ,Idealis tinggi adalah ciri khas mu

Namun sedih hati ini melihat tingkah lakumu saat ini.
Sikap apatis dan sikap tidak kritis kau tunjukkan kenegerimu.
Hancur sudah tunas-tunas bangsaku
Sikaptak tau malu kau tunjuukkan padaku

Cobahlah rubahlah sifat arogansimu..
Tetaplah menjadi mahasiswa  yang berhati mulia
Tetaplah menjadi mahasiswa yang mampu mengkritisi hal yang salah
Banggakanlah negerimu dan bangsamu akan kemampuanmu

ALUR HIDUPKU


           Rasa candu memupuk kesedihan bukan karena sebuah peristiwa kehidupan yang melankolis akan tetapi kesedihan akan peristiwa peristiwa yang mengingatkan kita pada sebuah candu akal pikiran dan pancaindra. Sejenak terdiam dalam kehidupan yang kelam dimana saat itu terbelenggu akan sebuah hubungan perjalanan dengan persahabatan mungkin juga akan pentingnya sebuah arti kehidupan. 

           Memori indahku berjalan seirama dengan jalan kehidupan berjalan tanpa tujuan pasti membuatku sedikit tersesat dalam gelombang arus yang deras. Perjuanganku dalam menjalani hidup hanyalah untaian cerita yang panjang yang tidak dapat aku baca dengan akalku.Kejenuhan dalam untaian hidup ini membuatku mencoba melepasnya dengan berexpresi semaunya. Sedikit mengutarakan sebuah hasrat yang terpendam dan mengingini.Kata demi kata membentuk sebuah kalimat yang komperhensif yang secara implisitnya mengandung sebuah intusi kalimat yang mengandung seribu makna akan kehidupan.

           Sering untaian kalimat ini mendapat sindiran bahkan kritikan yang dibenturkan pada realita yang ada.Tak pernah kupungkiri aku berjalan terus dengan langkah yang pasti akan tetapi tujuan hidupku masihlah hanya sebuah mimpi atau hanya sebuah angan-angan saja. Inginku melangkah dengan tujuan yang pasti akan tetapi otak dan akalku tak mampu menjalaninya. Kehidupan yang serba instant membuatku sedikit meremehkan hal-hal yang mudah atau gampang. Kehidupan modern sedikit mengubah perubahan pada diriku akan sikap apatis dan tidak lagi skeptis ataupun sikapkritis. 

         Plagiat hidupku ini,aku hanya meniru kata demi kata yang terucap oleh orang lain tak pernah berpikir inovatif. Daya imajinasiku tumpul karena sikap plagiatku.Aku mencoba berproses dengan sedikit menguraikan dan membandingkan kehidupanku dengan kehidupan orang lain yang menikmati hidupnya dengan susah payah. Ketika semuanya telah aku benturkan dengan kehidupanku.Aku merasa orang yang paling hina karena ketidakmampuanku dalam menjalani hidup dengan daya imajinasi yang tinggi ataupun daya tahan terhadap pikiran dan fisikku.Setelah itu aku mencoba merubah untaian kisah hidupku dengan melihat dan membayangkan sejarah hidupku yang cacat dan kelam.Aku berusaha dengan sekuat tenaga mengubah alur hidupku dengan sedikit menengok kesalahan-kesalahan yang pernah kulalui.

         Sepenggal kisah hidup yang merubah nasib dan kehidupaku yang dari sesuatu yang dianggap tak jelas menjadi sebuah kesadaran diri untuk merubah itu semua. Hal inilah yang dinamakan dengan sebuah alur kehidupanku.