Wednesday, 11 May 2016

PERTARUNGAN IDEOLOGI KAPITALISME DAN SOSIALISME


Industrialisasi merajalela dengan segala bentuk inovasinya. Dalam perkembangan dunia, tidak dipungkiri bentuk investasi dalam bentuk kertas sudah banyak diperkenalkan. Pasca dari tukar menukar tanpa memakai secarik kertas atau logam yang bernama”uang” sampai dengan pembiayaan secara manual melalui “uang”. Dalam bentuk ini para investor atau pemilik saham, berkuasa dengan merubah sistem dunia yang dulu kita kenal dengan tuan tanah yang terdiri dari raja-raja (feodalism) hingga permodalan (kapitalism). Bentuk ini berubah karena adanya keadaan sosial dan penemuan-penemuan mesin industri di inggris. Dalam  fenomena penemuan itu terdapat banyak sekali restrukturisasi dalam bidang kasta individual. Bukan lagi raja yang mempunyai wewenang tetapi para pemilik modal. Bukan hanya gereja-gereja katolik tua romawi yang menggambarkan kebuasan akan tetapi para pemilik saham. Semua terangkum rapi dalam fenomena menuju kapitalisme. Dalam perkembangan sosial ekonomi, kapitalisme pada zaman kejayaannya mengalami pertarungan konsep dasar dengan keadaan manusia yang di unggah dalam bentuk empati individual yang menjadikan komunal dalam kelompok massa yang menginginkan pembentukan keadaan sosial bukan hanya diatur oleh sang pemilik modal melainkan para setiap individu yang di dasarkan dengan hakekat manusia yaitu tolong menolong. Konsep dasar itulah yang didentumkan oleh robert owen sebagai sosialisme. Ia menyerukan kepada “semua orang rasional, semua sahabat sejati kemanusiaan,” dan ia mengharapkan terciptanya kerja sama yang tulus serta kesatuan tindak antara pemerintah,parlemen,gereja dan rakyat.[1]
Pemaknaan dan pertarungan antara kapitalisme dan sosialisme mulai digulirkan pasca lahirnya revolusi industri. Gereja-gereja tua katolik romawi di bakar habis oleh kemarahan pengikut-pengikutnya dan dipecah belah karena dianggap melakukkan penindasan terhadap umat manusia.[2] Pada akhirnya pecahan itu disebut dengan Kristen Protestan yang dikenal beberapa tokoh dan ajarannya antara lain : Marthin Luther, Johanes Calvin, Zwingli, Jhon Knox dan lainya. Inilah yang membuat ideologi sosialisme makin digencarkan dalam berbagai bentuk penyadaran, semisal gotong royong, penghilangan korupsi dan kolusi serta nepotisme, acara bersifat kemanusiaan, perjuangan atas penindasan sistemik dan lain-lain.
Lahirnya sosialisme memberikan dampak yang luar biasa bagi kemunculan kemunculan ideologi besar lainnya yang mengatasnamakan penyadaran sebut saja ideologi Komunisme yang di ilhami oleh Karl Marx dan Frederich Engels. Komunisme hadir ditengah-tengah kemarahan kaum pekerja di perancis. Dalam bentuk itulah komunisme menyebar bagaikan udara ke penjuru dunia sebagai ideologi “penyelamat” bagi mereka yang mengalami kemiskinan hidup. Di dunia, komunisme berkembang berkat ajaran Karl Marx dan Frederich Engels yang memberikan paradigma berfikir tentang kerugian atas upah yang diberikan kepada para pekerja serta perebutan wilayah-wilayah sektoral di pemerintahan yang disebut dengan manifesto komunis. Perebutan kekuasaan dalam penguasaan dunia membuat para pemimpin menunjukkan kediktaktorannya dalam memahamkan dan menanamkan doktrin-doktrin kepada pengikutnya. Hal ini berkakibat fatal bagi keberlangsungan hidup manusia. Sebagai contoh kejadian terjadinya revoulis perancis, terjadi perang etnis di bosnia- kroasia), genosida suku aborigin, perang dunia ke 1 (satu)  hingga ke 2 (dua). Sebagian besar kejadian kejadian diatas sudah jelas menimbulkan banyak korban secara fisik/psikis manusia hingga kerugian finansial suatu wilayah. Dari sinilah pertarungan sebab dan akibat dari lahirnya ideologi-ideologi dunia yang mengutopiakan kesejahteraan.


[1] .Firdaus Syam, Pemikiran Politik Barat Sejarah, Filsafat,Ideologi dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Ke 3,PT Bumi Aksara, Jakarta, hlm 272-273.
[2] . dibuktikan dengan perbuatan amoral dengan cara menyogok petinggi gereja untuk berkuasa, penjualan surat pengampunan dosa dll, Ibid, hlm 86-87