Kulihat
orang orang mondar mandir
Mencari
kesibukkan diri dalam lampu kota yang terang
Melihat
dengan seksama apa yang mereka bingungkan dalam hidup
Ternyata
bukan dosa melainkan harta dalam bayang.
Hari
ini pula kulihat mereka yang berteriak teriak di jalanan untuk kebenaran
Hari
ini pula kulihat mereka yang dengan serius membaca kata dan makna
Kita
babu negara yang di pekerjakkan layaknya tahanan.
Orang
miskin tak bisa makan,dan berobat jika tak bekerja
Mereka
membicarakan kemanusiaan yang hilang dari peradaban
Mereka
sibuk dengan urusan teknologi dan kemajuan jaman
Ini
kenyataan yang dibungkus rapi dengan hadiah dari pemerintah
Televisi
dibungkam dengan uang, media dibungkus dengan segudang sponsor
Radio
sibuk menggembor gemborkan lagu tentang kesenangan
Inilah
hari dimana kita semua terbungkus dan terkotak-kotak oleh kepentingan hidup.
Idealisme
tertunda oleh tugas-tugas yang diberikan seorang diktator dosen, kami
memberontak
Dengan
dasar kebenaran tapi tak di dengarkan justru di hilangkan
kami
berbicara tentang rakyat jelata yang berakpun harus di sungai yang kotor oleh
limbah,
kami
tak menyadari hari ini ketika semua tau akan kebenaran hakiki,
semua
harus melihat ke jalan, kampus dan birokrasi bahwa kita sebenarnya adalah
pekerja dunia
yang
sengaja atau tidaknya mendirikan tiang tiang kesombongan dan keserakahan
dunia
menjebak kita pada nilai-nilai harga yang membungkus harga diri.
Semua
terasa asli tapi semua hanya kepalsuan dalam panggung untuk menonjolkan diri
sendiri