Monday, 15 December 2014

Biasa Yang Bermakna



Biasa Ini kata yang sering terucap dari setiap pembicaraan yang selalu disuguhkan oleh setiap manusia yang hadir di dunia ini. Entah dari sebuah rasa atau hanya dari sebuah indra dalam tubuh yang memasakan ucapan kata. Sebuah kata dalam kalimatpun seringkali menggunakan kata biasa. Mulai dari hitungan detik,menit, jam hingga hari dan tahun sudah berapa banyak hal-hal yang disuguhkan oleh indra tubuh dan otak serta rasa yang terolah dengan cukup baik untuk mengatakan satu hal biasa.

 Semua terasa hampa dalam ruang angkasa, yang kadang-kadang bisa di istilahkan seperti demikian. Kadang pula orang mengatakan hal yang lain menurut kawan-kawannya dengan kata “ mainstrem”  atau orang menyebutnya telalu umum.  Ya itu soal kata biasa dan istilah biasa seharusnya menjadi hal yang dibanggakan seperti kata dari seorang manusia bernama nando yussele mardika yang bercerita tentang pembentukan calon komunitasnya yang ingin menyelamatkan Indonesia dari salah satu bahaya alam yaitu penyelamatan air sebagai bahan kehidupan primer manusia, dengan target tujuan terlebih dahulu yaitu menyelamatkan kehidupan dalam lingkup daerah jember jawa timur. Mahasiswa fakultas hukum universitas jember ini memang unik dengan menampilkan ide demikian yang bisa membuat orang bertanya pada ide itu akan tetapi kata nando sebagai pencetus ide ini berpendapat “jika sebuah ide saya adalah hal yang biasa tapi mengaggumkan”. Semua orang pasti bertanya dengan pernyataan seperti demikian biasa? Tapi mengaggumkan?. Ya ini sedikit unik bagaimana seseorang seperti nando  dapat mengurangi makna yang tidak berarti menjadi sebuah kalimat motivasi. Contohnya adalah indra penglihatan,pendengaran hingga penciuman selalu dapat menilai suatu yang begitu indah dan bermakna, akan tetapi hal itu sulit dipahami dengan sebuah rasa yang ada dalam sebuah jiwa yang kelam terkucil dan beranggapan bahwa biasa adalah ruang hampa bukan keistimewaan kata bermakna surga. Beberapa manusia beranggapan biasa tidak menganggumkan, biasa tidak menyenangkan, biasa tak mengandung makna dan biasa adalah sebuah kata kata umum yang tidak imajinatif. Tapi semua itu akan salah jika kita mengaggap hal yang biasa menjadi sebuah hobi kata yang mengaggumkan dan bermakna dalam perbuatan atau ka

Friday, 21 November 2014

Gambaran Akan Ketakutan



Sepuitis Lagu rindu terselami
Kisah dalam perumpaan katak yang berlari
Membuat mimpi dan harapan
Membuat kenyataan dan kegelisahan
Ini semua bukan dampak dari kegelisahan manusia
Akan tetapi ketidakwarasan kepemerintahan

Banyak petani yang pergi keladangnya
Banyak nelayan yang pergi menjaring ikan di lautan
lalu apa yang membuat manusia intelektual tetap berdiri
ditengah- tengah kemegahan
semua berteriak akan kegelisahan, manusia intelektual berhegemoni dengan keistimewaan
semua berlari tanpa tujuan
kesana kemari monda-mandir hingga pontang panting menjalani kehidupan
hingga kebenaran di abaikan

secara nilai dan moral kita lebih baik dari pada seorang perempuan yang menjual diri
secara kemanusiaan semua orang lupa akan kehidupan yang mulai tidak manusiawi
lalu kemana arah tujuan negara ini
tujuan dari hal-hal kelabu menjadi terang ketidakjelasannya
lalu kemana para dara muda berkeliaran
mengumbar kemesraan atau mengumbar sesumbar dan nafsu percintaan
semua menjadi kelam ketika semua mengerti 
Pembunuhan secara pasti yaitu tentang pembunuh kemanusiaan.

Wednesday, 19 November 2014

Terima Kasih GmnI Dan Romantika.



Terima kasih untuk kawan-kawan GmnI Komisariat Hukum yang memberikan warna warni dalam kehidupan dan pengalaman selama berorganisasi, sedikit kuluangkan waktu untuk mengingat canda tawa,tangis, haru kita bersama dalam menjalani roda organisasi ini. Sering kali kuingat itu hal yang membuatku bangkit berdiri karena jabatan dalam struktural yang begitu keras dan tajam menusuk kepribadianku. Beromantika dalam organisasi  inilah judul yang tepat dalam tulisan untuk mengakhiri rasa tanggung jawab yang begitu besar sebagai Komisaris selama 2 periode kepengurusan yang membuat semua menjadi gelap tak bersemangat kembali, harus diakui semua manusia memiliki rasa kecewa terhadap kepemipinanku dan sama seperti itu aku juga harus mengakui yang kulakukkan jauh dari tanggung jawab pemimpin, akan tetapi terasa bangga jika semua yang kulakukkan untuk mempertahankan dan berbagi untuk bangsa dan negara ini lewat organisasi GmnI ku. Dan kadang terasa sangat kecewa karena aku belum bisa membayar semua kepercayaan kawan-kawanku  lewat pola gerakan yang pernah kulakukkan selama 2 periode ini. 

Kawan kawan seperjuanganku banyak membantu seperti Hisyam, Nando ,Haykal ,Ocha, Christina, Budi, Rinto, Andik Aji Purnama , Fatih, Alfia dan lain –lain yang menemani dalam pemikiran dan gerakan, tempat berbagi, tempat berdiskusi, tempat bertukar pikiran dan lain sebagainya. Bangga dengan komitmen mereka, Bangga dengan pertemanan kita. Kita dilahirkan dalam generasi yang berani tanpa mengenal kompromi terima kasih telah membentuk kami dalam proses mas wawan, mas indra, mas vino , bang gab, mas noel, mas udin, mas hendri, mas kadir, mas gokil, mas reza dll. Semua menjadi indah beribu indah ketika semua dapat dinikmati dengan upah keringat perjuangan dengan dipukuli polisi, mondar mandir mecari data, berdiskusi hingga matahari terbit hingga hal yang menyenangkan menuangkan secangkir bir lalu berdiskusi. Hal ini membuat kami lahir dalam kebanggan khususnya diriku, tanggung jawab besar dalam organisasi ini kuyakini tidak hanya dalam diri ini saja tapi mereka semua yang berada disekeliling dan menemaniku. Kini banyak hal yang baru yang sulit di ceritakan lewat tulisan ini yang mengenal seberapa dekatkah kita semua dalam menjalani dan berputar pada sebuah aturan organisasi, kecintaan pada organisasi. Sebagian bentuk itu kupersambahkan atau kutulis lewat sebuah makna kata tersirat dalam setiap tulisan dan sikapku.

Lama semua menjadi abu
Kini semua kembali menyala
Ombak menghempas tawa dan haru
Dalam melihat kesenjangan yang ada,
Sedikit matahari bersinar hari ini,
Menandakan sebuah pertanda besar dalam cerita
Semua menjadi sedikit bermakna, karena kita tinggal bersama
Dalam keluarga, perkawanan, persahabatan, dan gerakan
Ini menjadi indah kawan ketika semua diam
Ketika semua berbicara keadilan
Ketika semua berbicara kebersamaan
Ketika semua berbicara perbedaan
Inilah kawan bentuk perkawanan
Dalam sebuah tempat yang indah penuh warna
Penuh dengan perjuangan yang tiada akhir
Dalam inilah kami yang dilahirkan dalam muka baru
Dalam logika miring dan dialektika berfikir
Dalam hegemoni ke utopiaan, yang menginginkan kesejahteraan
Lewat kebijakan yang memihak pada kemelaratan
GmnI lahir disana dalam gelap malam untuk menjadi terang benderang

Sedikit cerita itu kawan, yang bisa kubagi dalam menggambarkan kebanggaan dan sekarang kuserahkan tonggak estafet yang baru pada pemimpin yang baru nantinya agar tetap bisa memperjuangkan kaum yang tertindas oleh sebuah sistem yang menindas secara perlahan.dan kalian tidak perlu takut melangkah karena kami semua masih ada di samping kiri kanan kalian untuk membagi pengalaman membagi cerita membagi ilmu tentang perjuangan, jangan khawatir kami masih dalam proses belajar yang kadang salah, dan terima kasih kalian masih mau memperdulikan GmnI mau di bawa kemana nantinya arah dan tujuannya. Pikirkanlah kawan-kawan yang baru, anik, tiwi,alan,vela, damar,iwan,rinto, fatih, alfia, clo, laili,maya,prag, dll tentang itu semua secara bersama-sama dengan kami. Ku ucapkan kenangan indah itu dengan satu kata ... 

MERDEKA...!!

Sunday, 1 June 2014

“MANUSIA INDONESIA BERHARAP INDONESIA BERJAYA DI GELAPNYA DUNIA”



Beberapa tahun belakangan ini, negeri kaya raya akan alamnya yaitu Indonesia mencoba mencari cari letak karakteristik yang hilang hingga saat ini. Ketidakpercayaan akan budaya menjadi tolak ukurnya. Saat ini, Indonesia terjebak pada “dunia hitam” para konglomerat( para investor pasar) yang membabi buta dengan memberikan stimulus berupa pengaruh budaya dan kecanggihan teknologi yang tidak pernah di sadari efek sampingnya / tidak dapat di filter kegunaan serta manfaatnya oleh manusia indonesia. Semua merupakan alur cerita yang sengaja dibuat oleh para pemodal dalam mencari pasar serta cara membodohi negara-negara berkembang seperti Indonesia ( kapitalisasi di negeri berkembang), serta ini yang menjadi dampak dari globalisasi dan modernisasi yang masuk secara bebas tanpa batasan, dan masyarakat Indonesia dijadikan objek dari kecanggihan teknologi yang serba  instant dan budaya yang menganjurkan atau mengedepankan hak asasi manusia sebagai pegangan hidup tanpa memperhatikan kebersamaan antar manusia dan tolong menolong. Akan tetapi beberapa point penting mulai dibenahi untuk menanggulangi itu semua yang bermuara pada faktor faktor yang menjamin rakyat menjadi sejahtera. Pertama perbaikan dari segi ekonomi, pemerintah dan masyarkat Indonesia mulai sadar akan pentingnya ekonomi kerakyatan seperti adanya konsep pembangunan pasar-pasar tradisional yang bersih, indah, dan nyaman sehingga tidak kalah dengan minimarket modern , pemfokusan sektor pertanian dan perikanan dari pada kegiatan industri, penciptaan home industry dan koperasi untuk rakyat. Kedua dari segi pendidikan seperti penambahan jumlah guru dan peningkatan kualitas guru, wajib belajar 9 tahun ,pembebasan manusia Indonesia dari buta huruf hingga beasiswa bagi keluarga yang tidak mampu akan tetapi cerdas dan pintar. Ketiga dari hukum yang kondisi perbaikannnya masih di ragukan ketegasannya seperti adanya KPK (Komite Pemberantasan Korupsi), adanya peraturan tentang tipikor(tindak pidana korupsi), undang undang minerba serta lahirnya peraturan lainnya, yang  menjunjung tinggi kekuatan hukum di mata negara dan manusia Indonesia serta menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Semua itu adalah perubahan- perubahan yang didasari atas rasa iba manusia Indonesia terhadap kondisi bangsanya. Semua itu dapat luntur, ketika manusia Indonesia yang berada di semua lini pemerintahan di negeri ini yang menurut Drs.R.Dyatmiko Soemodihardjo.SH.MHum Melakukkan hal yang merugikan bagi bangsanya sendiri yaitu dengan melakukkan suap, korupsi dalam penentuan proyek, penganggaran dana, pelalangan serta paling penting adalah pelaksanaan pembangunannya. 
Hal itulah yang menjadi point yang selalu didebatkan oleh para intelektual- intelektual setelah titik awal pergerakkan perubahan di era reformasi 1998-2000. ( mahasiswa, ilmuwan, hingga budayawan). Retorika yang semu ini mereka mencoba mencari-cari solusi untuk, memperbaiki keadaan bangsa ini dari pembodohan dan perbudakkan serta, keluar dari belenggu kediktaktoran dunia hitam( kapitalisme dan neoliberalisme). Mendengar kata-kata pembodohan dan perbudakkkan, para intelektual muda sampai yang tua berlomba-lomba untuk mencapai impian bangsa Indonesia yaitu, mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan alinea keempat Undang Undang Dasar 1945, Inilah kontradiksi serta kenyataan pahit bagi manusia indonesia yang harus diterima oleh Indonesia bahwa, Indonesia terlalu terlena dengan pinjaman-pinjaman uang dan stimulus yang ditawarkan oleh para investor-investor gila, yang mengejar kejayaan pribadi( investor dalam negeri ataupun luar).
Lalu kemudian banyak orang bertanya pada republik yang merdeka selama 69 tahun ini. Apakah salah bangsa ini yang sekian lama merdekanya menjadi sebuah Negara yang berdaulat selama 69 tahun harus menerima begitu banyak investasi untuk menanamkan namanya modal untuk membangun Negara ini.? Jawabannya adalah tidak, hari ini indonesia adalah Negara yang berkembang dengan segudang kekayaan alamnya dari ujung timur hingga ujung barat negeri ini. Janganlah manusia indonesia antipati dengan namanya modal, investasi atau sebagainya. Akan tetapi sebagai bangsa yang lahir dari nilai ke gotong-royongan dan keberagaman marilah manusia indonesia hari ini harus antipati dengan namanya “dunia hitam” yang merusak hakekat manusia untuk bertahan hidup secara bersama bukan secara manusia bebas yang tak pernah menghargai sesama manusia lainnya. Seperti yang pernah diajarkan oleh bapak bangsa kita tentang nilai perjuangan melawan namanya penindasan yang dialami selama 350 tahun. Diawali oleh kedatangan portugis pada tahun 1511, kemudian spanyol, belanda(VOC), inggris , belanda hingga bangsa asia yang serakah jepang. Pada jaman penjajahan bangsa eropa dan asia ke Indonesia, janganlah bangsa ini lupa akan kebangkitan awal dari negara ini ketika organisasi para bangsawan Budi utomo lahir yang bercita-cita memerdekakan bangsa ini di tahun 1908 serta organisasi lainya di tahun1908- 1927 hingga muncullah namanya sumpah pemuda yang ditemani oleh lagu Indonesia raya. Pada titik balik kepercayaan saat itu Nusantara atau negeri Hindia Belanda mulai membangun kekuatan untuk mencoba melepas dari belenggu hitam yang mencekam (penindasan secara berkala dari tahun 1600 hingga dapat memerdekakan bangsa ini di tahun 1945 khususnya pada 17 agustus secara pengakuan dari Negara lain dan 18 agustus dari konstitusi/ segi hukumnya.
Itulah era kebangkitan Indonesia yang selalu diperingati pada 20 mei, akan tetapi semua artian itu telah mengalami degradasi dalam pemaknaan serta esensinya mulai hilang dan terkikis, yang manusia indonesia tahu bahwa hanya sebatas itu saja masyarakat Indonesia terhegemoni dan bereuforia terhadap hari bersejarah bagi bangsanya. Hanya pemberian selamat layaknya ulang tahun akan tetapi implementasi dari hari-hari berserjarah bangsa ini tidak pernah berlanjut justru makin menurun bukan sejarah yang harus dipelajari akan tetapi kondisi dan semangat membangun yang perlu ditingkatkan.  Ini kenyataan yang harus segera diperbaiki oleh bangsa ini mulai dari kalangan anak-anak,pemuda hingga masyarakat dewasa yang semuanya merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang menurut monstequi bahwa rakyat mempunyai kedaulatan yaitu teori kedaulatan rakyat. Kondisi bangsa yang mulai keropos hari ini, menjadi Negara yang sering dijadikan kambing yang digiring kemanapum tuan paduka yang memberi makan berada (negara indonesia hari ini sedang menjadi negara yang membutuhkan bantuan untuk mengembangkan perkonomian dan kesejateraan dari pemeran aktif di perekonomian dunia seperti amerika dan sekutunya serta cina/tiongkok, jepang dan rusia). Contoh bantuan itu berupa investasi investasi yang diatasnamakan proyek pembangunan seperti pembangunan kereta cepat, pembangunan tempat untuk penelitian, pembangunan jalan tol, dan lain sebagainya. Inilah keadaan ekonomi yang katanya para petinggi petinggi Negara Indonesia “kita harus bangkit dari keterpurukan global dan harus bisa berdiri dikaki sendiri”. Bangkit dari keterpurukan itu harus dilakukkan agar Negara ini tidak seperti kambing “congek” yang harus bergantung pada penguasa ekonomi dunia. Pembenahan di segala bidang harus segera dilakukkan dan selalu diawasi penerapanya. Istilah malu dan takut harus diluruskan agar Negara berani untuk menggertak di dalam negeri(kebijakan populis/kebijakan pro rakyat) atau diluar negeri dengan membatasi datangnya arus deras yang merugikan untuk Negara indonesia.
Beberapa hal yang dikemukkan para guru besar bangsa yang sering terdengar di sebelah kanan kiri telinga manusia Indonesia, hanya sebagai wacana semu yang penerepan dan aplikasi dalam posisi sebenarnya(Indonesia saat ini) hanyalah sebuah impian yang utopis. Lalu pertanyaan kedua dari manusia Indonesia bagaimana bisa Negara yang begitu kaya raya alamnya sekarang tidak percaya diri ? tidak berani bertarung konsep dengan Negara lain ? tidak berani mengungkap kebenaran diatas penderitaan manusia di dunia ? lalu tersambung dengan pertanyaan yang lebih menekankan bahwa manusia Indonesia takut dan lari tunggang langgang seperti seorang “waria” yang dikejar kejar satpol pp. apakah hari ini, Besok , atau Tahun yang akan datang  Indonesia akan bangkit dan menemukkan jati diri dan kepercayaan serta kejayaan dalam menjamin masyarakat Indonesia sejahtera.? Jawabannya haruslah yakin seyakinnya bahwa hari ini, kemarin Indonesia masih tertidur di siang dan malam hari seperti seekor beruang yang lelah. Tapi hari ini esok dan mendatang Indonesia sudah terbangun dari tidur dengan manusia manusia yang disebut dengan putra putri bangsa ini. Putra putri bangsa Indonesia tidak akan lari dari ketakutan, manusia Indonesia bukanlah manusia yang akal budi pekertinya bodoh dan malas, manusia Indonesia bukanlah manusia yang hanya tinggal dan tidak mempunyai rasa cinta tanah air. 
Merubah sesuatu yang sudah terlanjur kotor dan jelek terlihat agak sulit akan tetapi mencoba untuk merubah adalah satu awalan contoh manusia Indonesia yang mulai  belajar dan beranjak akan masa depan bangsa ini, yang merdeka selama 69 tahun lamanya. Segala kebijakan yang buruk akan segera tergantikan dengan yang baik apabila manusia Indonesia mempunyai rasa yang satu, mempunyai semangat yang sama, mempunyai nilai moral pada diri sendiri dan pada bangsa ini. Semangat nilai akan kegotong royongan, kebhineka tunggal ika harus tertanam di setiap insan manusia Indonesia dengan semangat itu akan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik dengan memahami makna dari semua ini. Tentang keterpurukan bangsa dan alam yang mulai habis digerogoti oleh manusia manusia yang bertangan usil. Saat ini mulailah Indonesia harus menjadi Negara yang mempunyai manusia berani untuk mengungkapkan kebenaran karena didalam diri manusia terdapat sebuah nurani untuk berkata jujur untuk bilang stop exploitation de l’homme par l’hommepenghisapan manusia oleh manusia dengan alasan apapun termasuk memperkaya diri sendiri, ingatlah para bapak bangsa ini berkata untuk manusia Indonesia salinglah menghargai , menghormati , dan saling menjaga satu diantara manusia satu dengan yang lainya. Indonesia akan berkarya dengan manusia Indonesia humanis yang tak pernah kenal dengan kompromi atas pembodohan. ( Harapan Manusia Indonesia Untuk Indonesia).