Thursday, 13 September 2012

Raperda atau perda pasar tradisonal menjadi polemik ..??



Raperda atau sudah jadi perda..? ini sebuah pertanyaan besar yang perlu di kembangkan dan dikemas sebagai acuan untuk memperjuangkan rakyat-rakyat  yang tertindas karena kasus raperda pasar tradisonal yang tidak kunjung usai. sebagai awal cerita yang baik dan berakhir buruk pada saat itu ketika Bupati  jember sebagai pihak eksekutif mengajukkan tindakan yang revolusioner dengan membuat inisiatif untuk  membuat sebuah rancangan peraturan daerah yang khusunya untuk melindungi pasar tradisonal dan pedagang klontong dari sergapan "Gajah-Gajah besar" atau pasar modern (minimarket, hypermarket , dan super mall ). sebuah awal yang bagus untuk memenuhi kesejahteraan sosial sesuai dengan pembukaan UUD 1945 . Namun apa yang terlihat saat ini cerita yang awalnya baik seolah-olah menjadi pertikaian yang tak kunjung usai.

 Kami sebagai Kader-kader bangsa khususnya kawan-kawan GmnI Cabang  jember terus mengawal  kasus yang pertama biasa saja menjadi luar biasa. Polemik ini dipicu oleh ketidaktegasan bupati  jember sebagai pihak eksekutif yang mengajukkan inisiatif untuk melindungi pedagang  kecil yang dianggap hanya angin lalu dan hingga sekarang masih diperdebatkan. Sebuah kronologis yang tragis ketika kepentingan rakyat kecil harus dikorbankan oleh oknum-oknum pemerintahan. Mulai dari rancangan yang di inisiatifi oleh pihak eksekutif kemudian di lanjutkan oleh pihak legislative untuk menjadi sebuah perda tapi apa daya kekuatan uang dan kekuasaan yang menjadi faktor utama. kejadian  tidak urungnya raperda ini di ketok di dalam pembahasan rapat paripurna pada hari Senin khusunya pada tanggal 23/7 2012. Hal ini dikarenakan bupati  tidak menyepakati  isi  pasal yang terdapat dalam rancangan tersebut yang dibuat oleh DPRD, padahal secara jelas yang mengajukan atas dasar melindungi kepentingan rakyat kecil khusunya pedagang klontong dan tradisional adalah Bupati sebagai pihak eksekutif. Dan kami kawan-kawan GmnI Cabang Jember khususnya GmnI komisariat hukum terus berusaha semaksimal mungkin mengawal raperda ini menjadi perda yang sah. Ini kasus yang unik dan aneh dalam pembahasan intrik  teori-teori dalam dunia perundang undangan, tidak hanya itu sebuah permainan pasal  demi  pasal yang membuat rancu dalam kasus ini mulai dari mekanisme penetapan rancangan peraturan daerah yang terdapat pada UU no 12 tahun 2011 Tentang  Pembentukan Peraturan Perundang  undangan yang menyatakan pada  :

pasal  79 ayat  (2)  Dalam  hal  Rancangan  Peraturan  Daerah  Provinsi  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  tidak  ditandatangani  oleh  Gubernur/bupati/walikota  dalam  waktu  paling  lama  30  (tiga  puluh)  hari  sejak  Rancangan  Peraturan  Daerah  Provinsi/kabupaten/kota  tersebut  disetujui  bersama,  Rancangan  Peraturan  Daerah  Provinsi  tersebut  sah  menjadi  Peraturan  Daerah  Provinsi  dan  wajib  diundangkan. 

Hal inilah yang membuat kami sedikit rancu apakah rancangan ini benar-benar sudah fix disahkan atau belum ? kami tidak akan menyerah untuk terus melawan dan melawan karena kami punya dasaran yang kuat kenapa Kawan- Kawan GmnI Jember terus memperjuangkan hal ini. Alasan kami hanya 1 dan itu merupakan pegangan kami, yaitu selama rakyat-rakyat disana masih menderita dan kelaparan serta tertindas dalam sistem disitu pula kami akan bergerak dan mengawal sampai benar-benar menjadi terang benderang serta merdeka bagi kehidupan rakyat yang tertindas.

Tidak hanya pihak bupati/pemkab/eksekutif dan juga legislatif yang kami buru untuk kebenaran permasalahan ini. Kami kawan kawan GmnI cabang jember khusunya GmnI komisariat hukum terus berteriak dan mencari  kebenaran itu dari pihak Disperindag dan juga KLH sebagai  oknum-oknum yang terlibat dalam permasalah ini, yang kami buru dari kedua dinas ini adalah keterbukaan informasi akan berdirinya minimarket berjaringan di jember. Akan tetapi sungguh disayangkan mereka menutup diri dengan berbagai alasan ketika dimohon untuk memberikan Informasi itu. Sesuai dengan UU Keterbukaan informasi Publik No. 14 tahun 2008 yang mengatur badan publik untuk mentranparasikan informasi ke pada masyrakat atau publik. Akan tetapi kenyataan yang didapatkan di lapangan tidak sesuai dan itu yang membuat kawan-kawan komisariat hukum menjadi lebih semangat untuk memburu sebuah kebenaran langkah yang dilanjuti oleh kawan-kawan adalah melapor ke Komisi informasi publik tingkat provinsi di Surabaya pada tanggal 14 agustus 2012.  

Kawan kawan GmnI cabang jember khusunya GmnI komisariat Hukum Terus berteriak dan berteriak bukan hanya sekedar mengeluarkan suara yang tidak berguna ketika kepentingan rakyat terus diabaikan dan kebijakan kebijakan pemerintah merugikan semua rakyat kecil dan mereka tertindas.  
Merdekaaa….!!!

Saturday, 23 June 2012

Kenanganku Akan Kawan SMAKU 12 IPS 2

Tinggal sebuah kenangan yang rapuh. memori indah akan kenangan semasa SMA seolah hilang dalam pikiranku. sejenak aku berpikir, ketika proses dialektika ini menjadi satu ruang aku menjalin sebuah problematika kesendirian, dalam kenangan itu terukir masa-masa SMA di SMA Katolik untung Suropati Sidoarjo. ketika kulepas dengan bangga seragam sekolahku dan menuju tahap selanjutnya yaitu bangku kuliah. rasa bangga itu hilang beberapa saat ketika pertemeuan terakhirku dengan kawan-kawanku yang tak terelakkkan.

Masa-masa penuh kenangan di sekolah itu, membuat rasa rindu ini kembali muncul dan membuai bagaikan bunga yang siap di petik. tulisan romantispun tak bisa menggambarkan rasa ingin bertemu dengan kawan kawan lama di sidoarjo.

Teringat khususnya Di kelas IPS II memori indah itu muncul akan kebodohan-kebodohan  dalam mencari jati diri, dalam mencari indahnya kehidupan. memori kembali meluncur deras ketika ku ingat nama-nama kawanku sekaligus kuanggap sebagai sobat ataupun sahabat dekat. inilah nama kawanku yang ku ingat betul di dalam memori otakku : keket,ucil,daniel henry,darkem, pin-pin, pontoh, bayu kopler, adimas, fony, reven, kucing, jack, che-che, ting ting, yohanes, mariana ,gaby, dan teman teman yang lain yang tak dapat kusebutkan  satu persatu... kalian semua tetap menjadi satu kesatuan yang utuh yang selalu kuingat dalam memori otakku yang kecil ini.

semoga kenangan yang kutuliskan ini bisa membuatku sedikit merasa lega jikalau aku tak dapat bertemu dengan kalian suatu saat nanti dan tulisan ini hanyalah sedikit perantara rasa kangen, haru, tawa , dan sebuah senyuman indah kalian yang tak akan terlepas dari sebuah memori otakku.

HAHAHHA... :D


Tuesday, 19 June 2012

Ego dan individualis

publikasi perbuatan belum tentu menjadi sebuah acuan dasar dalam berproses. ketika kesalahan kesalahan tidak menemukan titik terang maka terjadilah embrio embrio  keputusasaan yang sengaja dan tidak sengaja timbul dalam diri serta akan mempengaruhi sebuah idealis seseorang. tipikal yang berbeda membuat sebuah dinamika ataupun gejolak terjadi. entah itu mencakup hal baik ataupun  flow up yang stagnan. kecenderungan memakai emosi sering terjadi seiiring gejolak gejolak dinamika itu bermunculan. saling menjatuhkan salling menuding bahkan saling menghancurkan merupakan dinamika yang sering terjadi ketika gejolak ataupun dinamika itu tidak dapat diredam . kekecewaan dalam hati membuat tekad seorang menjadi lunak sehingga sulit jikalau tekad itu luntur secara perlahan. seleksi alam menjadi acuan terakhir dalam melihat itu. 

kembali kedalam dunia yag carut marut. tingkat keegoisan tidak terlalu urgent bahkan orang saat ini berasumsi, jika individualism adalah hal yang wajar di dunia. ketika semua berasumsi demikian maka secara tidak langsung dunia ini tidak akan bisa bertahan lama dengan sikap demikian. manusia memang wajar jika memliki tingkat ke egoisan namun alangkah baiknya jika tingkat ke egosian itu dapat dikendalikan.

sulit rasanya jika kita menengok ke arah globalisasi yang sekarang terjadi. manusia tetap menjadi manusia berfikir akan tetapi manusia ,bukan lagi manusia yang berakhlak jadi tidak salah sebagian orang yang mampu mengkritisi dirinya sendiri adalah manusia yang mampu mengkrtik orang lain. seperti hanya ular yang saling memakan satu dengan yang lainya. hal ini mempertegas bahwa sebuah asumsi yang seperti demikan timbul dari sebuah realita yang sesunggguhnya terjadi.

Tuesday, 5 June 2012

Budidayakan Namanya Pasar Tradisional

kicauan burung berterbangan sama dengan cibiran masyarakat kecil yang mencibir habis habisan  para investor minimarket. ketika desakkan hidup melonjak satu persatu menjadi kelimpungan atau kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan dalih penambahan Tenaga kerja Minimarket berdiri tegak dalam dunia global ini . pemerintah bersikap apatis akan kasus ini. padahal secara jelas kedatangan minimarket yang berjejer setiap kota akan membunuh pasar-pasar tradisonal. ini bukan hanya sebuah teori saja, akan tetapi ini adalah kenyataan hidup atau realita yang sebenarnya.

Di kabupaten jember, provinsi Jawa Timur. kota paling pojok jawa timur ini mempunyai minimarket begitu banyak sekitar 137 minimarket di kota Jember. Sangat mengerikan di kota yang tidak terlalu besar ini minimarket dapat berdiri hingga 137 minimarket hal itu membuat para pedagang-pedagang yang ada di sekitaran jember ini menjadi gulung tikar atau mengalami penurunan omset. Jarak yang berdekatan antar minimarket membuat pedagang-pedagang klontong tidak percaya diri karena beberapa faktor:

1. karena faktor pelayanannya kurang memuaskan
2. karena faktor kebersihan.
3. karena faktor perbandingan tempat yang sedikit bagus.

oleh karena itu sedikit menyedihkan Pemerintah daerah jember yang membiarkan maraknya minimarket. Mungkin karena pasar bebas ? ya benar inilah efek atau dampak negatif dari pasar bebas yang salah diartikan oleh pemerintah. Pasar bebas yang sudah kelewatan namanya, jika pasar bebas ini  terus memonopoli arus perdagangan Indonesia. Di Jember , para pedagang merasa pasrah karena mereka sudah tidak mampu menyaingi minimarket yang sudah terlalu menjamur di sekiling daerah jember. Perbandingan antara minimarket dan pedagang kelontong  75 : 25  . Mana peran Pemerintah daerah kota jember ? jawabannya adalah mereka akan menunggu momentum yang tepat untuk menggalakan namnya Perda yang seolah mereka akan menjadi pahlawan kesiangan yang hanya ingin di puji oleh masayrakat ( pedagang klontong ).

sudah terlalu basi, jikalau mereka ingin di anggap pahlawan kesiangan . sekarang bagaimana mengembalikkan fungsi pasar tradisional seperti semula, dengan daya tarik yang berbeda , dengan mutu lebih baik dari pada minimarket. itu semua adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengamodasikan atau memfasiltasi rakyat dalam berdagang. agar masyarakat yang lain tidak bersikap pragmatis dalam menjalani hidup ini. sedikit pembahasan tentang minimarket dan pasar tradisonal , kaum pemodal VS pedagang kelontong.

Thursday, 3 May 2012

SINDIRAN TUK’ MAHASISWA


Mahasiswa kaum terpandang… kaum yang sering di agung-agungkan
Menyadari tapak kaki ini sudah lelah dirimulah sang penerus bangsa.
Perubahan perubahan negeri ini adalah tanggung jawabmu
Meminta REVOLUSI  dan ,Idealis tinggi adalah ciri khas mu

Namun sedih hati ini melihat tingkah lakumu saat ini.
Sikap apatis dan sikap tidak kritis kau tunjukkan kenegerimu.
Hancur sudah tunas-tunas bangsaku
Sikaptak tau malu kau tunjuukkan padaku

Cobahlah rubahlah sifat arogansimu..
Tetaplah menjadi mahasiswa  yang berhati mulia
Tetaplah menjadi mahasiswa yang mampu mengkritisi hal yang salah
Banggakanlah negerimu dan bangsamu akan kemampuanmu

ALUR HIDUPKU


           Rasa candu memupuk kesedihan bukan karena sebuah peristiwa kehidupan yang melankolis akan tetapi kesedihan akan peristiwa peristiwa yang mengingatkan kita pada sebuah candu akal pikiran dan pancaindra. Sejenak terdiam dalam kehidupan yang kelam dimana saat itu terbelenggu akan sebuah hubungan perjalanan dengan persahabatan mungkin juga akan pentingnya sebuah arti kehidupan. 

           Memori indahku berjalan seirama dengan jalan kehidupan berjalan tanpa tujuan pasti membuatku sedikit tersesat dalam gelombang arus yang deras. Perjuanganku dalam menjalani hidup hanyalah untaian cerita yang panjang yang tidak dapat aku baca dengan akalku.Kejenuhan dalam untaian hidup ini membuatku mencoba melepasnya dengan berexpresi semaunya. Sedikit mengutarakan sebuah hasrat yang terpendam dan mengingini.Kata demi kata membentuk sebuah kalimat yang komperhensif yang secara implisitnya mengandung sebuah intusi kalimat yang mengandung seribu makna akan kehidupan.

           Sering untaian kalimat ini mendapat sindiran bahkan kritikan yang dibenturkan pada realita yang ada.Tak pernah kupungkiri aku berjalan terus dengan langkah yang pasti akan tetapi tujuan hidupku masihlah hanya sebuah mimpi atau hanya sebuah angan-angan saja. Inginku melangkah dengan tujuan yang pasti akan tetapi otak dan akalku tak mampu menjalaninya. Kehidupan yang serba instant membuatku sedikit meremehkan hal-hal yang mudah atau gampang. Kehidupan modern sedikit mengubah perubahan pada diriku akan sikap apatis dan tidak lagi skeptis ataupun sikapkritis. 

         Plagiat hidupku ini,aku hanya meniru kata demi kata yang terucap oleh orang lain tak pernah berpikir inovatif. Daya imajinasiku tumpul karena sikap plagiatku.Aku mencoba berproses dengan sedikit menguraikan dan membandingkan kehidupanku dengan kehidupan orang lain yang menikmati hidupnya dengan susah payah. Ketika semuanya telah aku benturkan dengan kehidupanku.Aku merasa orang yang paling hina karena ketidakmampuanku dalam menjalani hidup dengan daya imajinasi yang tinggi ataupun daya tahan terhadap pikiran dan fisikku.Setelah itu aku mencoba merubah untaian kisah hidupku dengan melihat dan membayangkan sejarah hidupku yang cacat dan kelam.Aku berusaha dengan sekuat tenaga mengubah alur hidupku dengan sedikit menengok kesalahan-kesalahan yang pernah kulalui.

         Sepenggal kisah hidup yang merubah nasib dan kehidupaku yang dari sesuatu yang dianggap tak jelas menjadi sebuah kesadaran diri untuk merubah itu semua. Hal inilah yang dinamakan dengan sebuah alur kehidupanku.

Wednesday, 18 April 2012

BELALANG TUA



Belalang tua diujung daun warnanya kuning kecoklat-coklatan Badannya bergoyang ditiup angin
Mulutnya masih saja mengunyah tak kenyang-kenyang Sudut mata kananku tak sengaja melihat belalang tua yang rakus
Sambil menghisap dalam rokokku Kutulis syair tentang hati yang khawatir Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan

Belalang tua yang tak kenyang-kenyang Seperti sadar kuperhatikan, ia berhenti mengunyah
Kepalanya mendongak ke atas Matanya melotot melihatku tak senang
Kakinya mencengkeram daun empat di depan dua di belakang Bergerigi tajam Sungutnya masih gagah menusuk langit berfungsi sebagai radar Belalang tua masih saja melihat marah ke arahku Aku menjadi grogi dibuatnya aku tak tahu apa yang dipikirkan Tiba-tiba angin berhenti mendesir daunpun berhenti bergoyang Walau hampir habis daun tak jadi patah
Belalang yang serakah berhenti mengunyah Kisah belalang tua diujung daun yang hampir jatuh tetapi tak jatuh
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah Sebab kubilang kamu serakah
Ooo Ooo Ooo Ooo Ooo Ooo
Blalang tua diujung daun Dengan tenang meninggalkan harta karun
Warnanya hijau kehitam-hitaman Berserat berlendir bulat lonjong sebesar biji kapas
Angin yang berhenti mendesir Digantikan hujan rintik-rintik
Aku yang menulis syair Tentang hati yang khawatir
Tak tahu kapan kisah ini akan berakhir.

 BY : IWAN FALS



NIKMATILAH KATA DEMI KATA DAN RESAPILAH MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM LIRIK LAGU INI.LAGU YANG DICIPTAKAN OLEH IWAN FALS . SEDIKIT MENYINDIR KELAKUAN PARA KORUPTOR KORUPTOR YANG DENGAN SERAKAHNYA MEMAKAN UANG JERIPAYAH RAKYAT.PADAHAL RAKYAT MENYUMBANG TENAGA DENGAN KERINGAT SERTA KETULUSAN HATI DALAM MEMBANGUN NEGARA INI . BELALANG TUA YANG RAKUS ADALAH ISTTILAH UNTUK PARA KORUPTOR YANG DIGAMBARKAN SEPERTI BELALANG TUA YANG RAKUS…!!!!  







Monday, 16 April 2012

MASA SMA

Masa SMA adalah masa terindah dalam proses awal untuk mencari Jati diri...ketika kita dimasa SMA kita sering melakukkan Hal bodoh yang tak terlupakan..

SMA adalah masa dimna kita mengalami namanya Kenakalan REMAJA...
dimana pada saat itu kita sedang mencari Jati diri..

teringat dalam Memori tentang kebersemaan dengan teman" sekolah..
dimana sering terjadi Konflik tak jelas dengan teman" sekolah...
hingga kisah percintaan dan persahabatan..

ingin sekali masa" itu terulang lagi tetapi masa itu sudah terlewat karena waktu terus berputar...pada intinya MASA-MASA SMA masa terindah dalam Hidupku entah bagaimana dengan kalian...???apa kalian menikmati masa Sma dengan indah...??? saya berharap kalian menikmati Masa SMA kalian..
sehingga kita menyimpan memori masa SMA dengan baik untuk kita ceritakan pada masa yang akan datang..
dan hal itu dapat menjadi Kenangan TERINDAH dalam kisah Kita...

Ketika canda tawa bahkan tangis haru membuat kita larut dalam memori yang indah akan kenangan kenangan yang ada di dalam alur Kisah SMA . Tak pernah kulupa akan memori indah tentang semuanya itu. Akan sahabat-sahabat dan guru-guru yang pernah memberi pelajaran pelajaran akan materi kehidupan dan juga akan materi linguistik bahkan boleh dibilang materi duniawi (Hhaha...).

Gambaran sebuah alur cerita yang tak pernah mungkin kulupa dimana alur itu terus melaju kencang seperti hambaran ombak dan angin topan yang menyambar terus  puing puing kesedihan dan kegembiraan di masa-masa itu. memang terlau berlebihan kalimat itu tapi makna yang terkandung dalam seribu kata yang kutulis dalam karya ini sulit untuk dihilangkan dalam memori akan sebuah realita di dalamnya. Apa yang kutulis tidak hanya seuah kalimat biasa akan tetapi kalimat yang mnagandung banyak arti tentang sebuah alur kesedihan dan kegembiraan di saat masa SMA.

sedikit kenangan kusimpan dalam lubuk hati yang dalam untuk kisah romantis dan tetap kusimpan dalam memori tentang kenyataan pahit akan kehidupan yang kelam di masa itu. Mungkin semua orang akan merasakan dan mengingat selalu akan CANDA TAWA SEDIH TANGIS di masa SMA.

Wednesday, 4 April 2012

Sekedar "HEDONIS" Saja


Proses globalisasi dan modern ini adalah sebuah proses yang mengatasnamakan keinginan hidup serba terpenuhi tanpa memikirkan orang lain dan kesenangan duniawi atau kita sebut dengan hedon.Dari pagi hingga malam hari keinginan hidup untuk memuaskan diri sendiri itu timbul dari keinginan tentang hal-hal material duniawi. Inilah yang sekarang sedang tren di kalangan anak muda atau para pemuda khusunya mahasiswa.
Proses inilah yang disebut dengan hedonism di kalangan mahasiswa karena objek dan sumbernya berasal dari para kaum pelajar dan mahasiswa. Kegiatan hedonism di kalangan para kaum muda mudi terlihat di malam hari  didaerah perkampusanjember. Banyak sekali tempat anak muda mudi untuk meluapkan keinginan untuk bersenang senang dalam hirukpikuk perkulihan hingga studynya.Malam hari adalah waktu yang tepat dalam benak para mahasiswa untuk berkeliaran dan mencari kesenagangannya. Di daerah perkampusan jember ada tempat yang nikmat bagi kaum hedon tempat itu adalah CAMPUS RESTO,DE JAVU CafĂ©, hingga tempat orang orang menggelengkan kepalanya seperti EXPOSE.

Terbenak dalam pikiran,mengapa para mahasiswa melakukkan kegiatan hedon seperti itu..?? pertanyaan itu timbul karena melihat banyaknya subjek yang bersikap demikian. Era modern dan globalah yang membuat semuanya begitu. Sikap  INDIVIDUALISME dan gaya-gaya kaum Borjuis timbul dari hal-hal yang berbau hedon. tak dipungkiri ketika sikap hedon itu timbul karena budaya asing yang masuk dan keinginan dalam mengikuti tren dalam perkembangan era serba modern dan canggih ini. Semuanya terangkum apik dalam sebuah alur realita kehidupan. kesenangan pribadi dalam menikmati dunia atau hal-hal duniawi. Kadang kadang terpikir akan sikap PARA DEWAN RAKYAT yang memaknai kata-kata hedonism sebagai Sesutu yang mewah sehingga para dewan rakyat atau wakil rakyat bisa seenaknya memainkan poltik uang dalam sebuah sistem yang ada di negeri(KORUPSI). Kembali ke alur hedon dalam sudut pandang mahasiswa dan para kaum pelajar.Sebuah kata-kata hedon dan perbuatan hedon itu adalah hal yang dianggap lumrah karena mahasiswa dan para pelajar saat ini hanyalah mahasiswa yang beranggapan bahwa sikapseperti demikian adalah sikap yang biasa jika tidak mempunyai sikap demikian dianggap ndeso atau kurang mengikuti zaman.Tak mengerti dan sulit dipahami ketika negeri ini sedang diguncang permasalahan permasalah atau polemik negara yang seharusnya di KRITISI oleh para mahasiswa. Mahasiswa yang mempunyai sikap hedonism justru memilih sikap apatis dan TAK PEDULI akan itu semua dan hanya memikirkan keinginan pribadi dalam menyenagkan dirinya sendiri atau dengan kata lain INDIVUDUALIS. Sungguh di sayangkan ketika banyak mahasiswa yang di anggap oleh masyarkat adalah seorang kaum terpelajar atau intelektualitasnya tinggi, ternyata mereka hanya mengamburkan sesuatu yang fungsi dan tujuannya tidak jelas.Dalam sebuah realitas dan secara implisit sikap hedon itu lahir dari para kaum borjuis kecil yang senangnya membeli sesuatu atau jalan jalan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. 

Akan tetapi sebagian dari masyrakat atau mahasiswa hedon masih mempunyai hati nurani untuk peduli akan masyarakat yang kurang mampu. Hal ini menunjukkan etikad yang cukup baik dari seorang  hedon yang mempunyai sikap seperti demikian mampu mempunyai jiwa penolong. Hedon boleh saja asalkan ingat dan peduli akan penderitaan orang lain dan jangan mengkuti jalur orang barat yang bersifat individualis jadilah orang hedon yang masih memikirkan tentang gotong royong.