Thursday, 5 March 2015

KEPALSUAN



Kulihat orang orang mondar mandir
Mencari kesibukkan diri dalam lampu kota yang terang
Melihat dengan seksama apa yang mereka bingungkan dalam hidup

Ternyata bukan dosa melainkan harta dalam bayang. 
Hari ini pula kulihat mereka yang berteriak teriak di jalanan untuk kebenaran
Hari ini pula kulihat mereka yang dengan serius membaca kata dan makna

Kita babu negara yang di pekerjakkan layaknya tahanan.
Orang miskin tak bisa makan,dan berobat jika tak bekerja
Mereka membicarakan kemanusiaan yang hilang dari peradaban
Mereka sibuk dengan urusan teknologi dan kemajuan jaman

Ini kenyataan yang dibungkus rapi dengan hadiah dari pemerintah
Televisi dibungkam dengan uang, media dibungkus dengan segudang sponsor
Radio sibuk menggembor gemborkan lagu tentang kesenangan

Inilah hari dimana kita semua terbungkus dan terkotak-kotak oleh kepentingan hidup.
Idealisme tertunda oleh tugas-tugas yang diberikan seorang diktator dosen, kami memberontak
Dengan dasar kebenaran tapi tak di dengarkan justru di hilangkan

kami berbicara tentang rakyat jelata yang berakpun harus di sungai yang kotor oleh limbah,
kami tak menyadari hari ini ketika semua tau akan kebenaran hakiki,
semua harus melihat ke jalan, kampus dan birokrasi bahwa kita sebenarnya adalah pekerja dunia
yang sengaja atau tidaknya mendirikan tiang tiang kesombongan dan keserakahan

dunia menjebak kita pada nilai-nilai harga yang membungkus harga diri.
Semua terasa asli tapi semua hanya kepalsuan dalam panggung untuk menonjolkan diri sendiri

No comments:

Post a Comment