Industrialisasi
merajalela dengan segala bentuk inovasinya. Dalam perkembangan dunia, tidak
dipungkiri bentuk investasi dalam bentuk kertas sudah banyak diperkenalkan.
Pasca dari tukar menukar tanpa memakai secarik kertas atau logam yang
bernama”uang” sampai dengan pembiayaan secara manual melalui “uang”. Dalam
bentuk ini para investor atau pemilik saham, berkuasa dengan merubah sistem
dunia yang dulu kita kenal dengan tuan tanah yang terdiri dari raja-raja (feodalism) hingga permodalan (kapitalism). Bentuk ini berubah karena
adanya keadaan sosial dan penemuan-penemuan mesin industri di inggris.
Dalam fenomena penemuan itu terdapat
banyak sekali restrukturisasi dalam bidang kasta individual. Bukan lagi raja
yang mempunyai wewenang tetapi para pemilik modal. Bukan hanya gereja-gereja
katolik tua romawi yang menggambarkan kebuasan akan tetapi para pemilik saham.
Semua terangkum rapi dalam fenomena menuju kapitalisme. Dalam perkembangan
sosial ekonomi, kapitalisme pada zaman kejayaannya mengalami pertarungan konsep
dasar dengan keadaan manusia yang di unggah dalam bentuk empati individual yang
menjadikan komunal dalam kelompok massa yang menginginkan pembentukan keadaan
sosial bukan hanya diatur oleh sang pemilik modal melainkan para setiap
individu yang di dasarkan dengan hakekat manusia yaitu tolong menolong. Konsep
dasar itulah yang didentumkan oleh robert owen sebagai sosialisme. Ia
menyerukan kepada “semua orang rasional, semua sahabat sejati kemanusiaan,” dan
ia mengharapkan terciptanya kerja sama yang tulus serta kesatuan tindak antara
pemerintah,parlemen,gereja dan rakyat.[1]
Pemaknaan
dan pertarungan antara kapitalisme dan sosialisme mulai digulirkan pasca
lahirnya revolusi industri. Gereja-gereja tua katolik romawi di bakar habis
oleh kemarahan pengikut-pengikutnya dan dipecah belah karena dianggap
melakukkan penindasan terhadap umat manusia.[2]
Pada akhirnya pecahan itu disebut dengan Kristen Protestan yang dikenal
beberapa tokoh dan ajarannya antara lain : Marthin Luther, Johanes Calvin,
Zwingli, Jhon Knox dan lainya. Inilah yang membuat ideologi sosialisme makin
digencarkan dalam berbagai bentuk penyadaran, semisal gotong royong,
penghilangan korupsi dan kolusi serta nepotisme, acara bersifat kemanusiaan,
perjuangan atas penindasan sistemik dan lain-lain.
Lahirnya
sosialisme memberikan dampak yang luar biasa bagi kemunculan kemunculan
ideologi besar lainnya yang mengatasnamakan penyadaran sebut saja ideologi
Komunisme yang di ilhami oleh Karl Marx dan Frederich Engels. Komunisme hadir
ditengah-tengah kemarahan kaum pekerja di perancis. Dalam bentuk itulah
komunisme menyebar bagaikan udara ke penjuru dunia sebagai ideologi
“penyelamat” bagi mereka yang mengalami kemiskinan hidup. Di dunia, komunisme
berkembang berkat ajaran Karl Marx dan Frederich Engels yang memberikan
paradigma berfikir tentang kerugian atas upah yang diberikan kepada para
pekerja serta perebutan wilayah-wilayah sektoral di pemerintahan yang disebut
dengan manifesto komunis. Perebutan kekuasaan dalam penguasaan dunia membuat
para pemimpin menunjukkan kediktaktorannya dalam memahamkan dan menanamkan
doktrin-doktrin kepada pengikutnya. Hal ini berkakibat fatal bagi
keberlangsungan hidup manusia. Sebagai contoh kejadian terjadinya revoulis perancis,
terjadi perang etnis di bosnia- kroasia), genosida suku aborigin, perang dunia
ke 1 (satu) hingga ke 2 (dua). Sebagian
besar kejadian kejadian diatas sudah jelas menimbulkan banyak korban secara
fisik/psikis manusia hingga kerugian finansial suatu wilayah. Dari sinilah
pertarungan sebab dan akibat dari lahirnya ideologi-ideologi dunia yang
mengutopiakan kesejahteraan.
No comments:
Post a Comment