Sekejap
mata tergugah untuk melihat dunia, tepat pada alam ini yang mengunggah
kebebasan dalam keseharian. Berawal dari cerita tentang kebersamaan, permusuhan
, hingga romantika cinta. Tentang konflik- konflik kecil yang terekspos oleh
beberapa diksi kata yang popular hingga diksi kata kedaerahan. Ini sebuah
kalimat dan paragraf awal untuk memulai tulisan tentang sebuah perjalanan
kehidupan, alunan lagupun terdengar begitu riang, nyayian alam bersuara kencang
seperti contoh hujan dan angin serta suara haliltar menyambar. Tayangan
televisi dan radio mulai bergema pada ujung dini hari hingga berputar pada lain
waktu. Kehidupan malam dan pagi selalu berbeda untuk mewarnai dunia ini,
retorika dan dinamika sosial juga mengawali hari dengan konflik-konflik yang
terjadi di dunia, dibelahan asia, afrika, eropa maupun di australia, republik
indonesia mulai mengawali harinya dengan konflik dan cerita manusia menjadi
hewan.
Republik
Indonesia sebuah negara dibagian asia khususnya di asia tenggara, yang
mempunyai begitu padat merayapnya manusia,flora dan faunanya, terungkap dari
belahan dunia lainnya tentang keindahan, tentang hal-hal mistis yang orang lain
tidak mengerti akan tetapi percaya akan kehidupannya. Begitu dinamisnya sebuah
republik itu. Kini semua itu menjadi subyek kata untuk mewarnai imajinasi yang
berutopia dalam penulisan. Bercerita kemudian awal-awal kehidupan seperti teori
darwin yang mengatakan awal dari manusia adalah kera yang berevolusi kemudian
beberapa kitab suci membantah teori itu bahwa semua itu adalah ciptaan
Tuhan,Allah,ataupun dewa serta roh roh suci yang memberikan nafas kehidupan,
tapi itu menjadi tidak masalah biarkan itu semua berubah seakan apa yang dianut
manusia dalam konteks pemikirannya. Semakin kreatif dan imanjiatif dalam
pewarnaan hidup. Semakin jauh dan cerdas pemikiran- pemikiran dalam menuangkan kata-kata dalam perumusan sebuah
cerita, pandangan tentang pejuangan dunia juga menggambarkan satu cerita tidak
satupun orang bisa menghentikan laju sebuah tulisan atau kata, manusia
diliahrikan untuk menggunakan semua alat vitalnya untuk kebaikkan(menurut kitab
suci) akan tetapi layaknya adam dan hawa yang mengawali dosa-dosa manusia
begitupun dengan regenerasi berikutnya
yang menjadi bahan pembahasan yang berbelit-belit dan ujungnya berakhir dengan
satu pernyataan, para ulama-ulama dunia menyubutnya dengan “ Itu perbuatan Dosa”.
Penilaian klasik dalam pembatas kehidupan manusia, karena begitu banyak
pertentangan dan pembenaran atas sebuah nilai yang diagungkan.
Tulisan
ini hanyalah sebuah pewarnaan kekosongan yang menghiasi senja pada sore hari,
dikala suara hujan begitu indah dengan suara gema awan yang bergetar dan
membuat efek berkepanjangan seperti perlombaan marathon bagi manusia manusia
liar . sebagian juga menikmati hujan senja dengan secangkir kopi serta
sebungkus batang rokok untuk menikmatinya,sebagian juga mengeluh karena
kelaparan, beberapa lainnya bersikap skeptis karena pekerjaaan yang harus
diselesaikan itulah efek berkepanjangan. Layaknya sebuah gubug di tengah sawah,
tulisan atau kata kata yang di ucapakan lalu dituliskan manusia bisa saja
menjadi sebuah gambaran akan ketenangan, kesejeukan, dan kebosanan. Akan tetapi
semua itu terasa menarik jika hal tersebut menjadi sebuah prosa atau dialog
yang membuat para pembaca dan pendengar menikmati dan menjadikannya sebuah
referensi cerita. Berawal dari ide dalam pikiran atau hal yang nyata nampak
dalam pancaindera digunakan sebagai bahan tulisan serta kata yang membuat para
penulis-penulis handal seperti buya hamka, pramoedya ananta toer, jostein
gaardner hingga raditya dika menuangkannya dan menjadi idola idola baru dalam
menggambarkan jendela dunia. Dan semua itu menarik perhatian hingga akhir jaman
sebuah tulisan tidak akan terhenti oleh kata-kata yang terucap dari mulut meskipun
itu dibungkam oleh seutas tali atau kain. Semua manusia dapat bercerita melalui
tulisan karena sebuah tulisan tidak akan pernah berakhir kecuali sang penulis
kembali dan bepulang serta menjadi debu-debu kehidupan layaknya roh –roh yang
dipuja puji oleh manusia yang tak jelas asal usulnya dan wujudnya. Berterima kasihlah
para penulis kepada Pohon,Batu,manusia,alam semesta hingga hal yang tak dapat
dilihat oleh mata dan tidak majemuk dalam pembahasan orang awam, terima
kasihlah penulis untuk para dewa-dewi kehidupan,para manusia yang menjadi
binatang, para hewan yang sekarang menjadi idola makhluk agung, para tumbuhan
atau tanaman yang tumbuh subur dan menjadi begitu cantik. Semua itu adalah
gambaran nyata yang menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk menulis
pengalamannya, petualangan atau gambaran utopia yang tidak tau kapan bisa
diwujudkan. Satu hal yang harus diyakini adalah sebuah cita-cita atau pikiran utopia
begitu menyenangkan dari pada realita.
No comments:
Post a Comment