Thursday, 8 October 2015

Kau Iblis Dunia Yang Menawan

    Semenjak hadir dalam ruang dan waktu, seisi zat dalam tubuh menjelma menjadi kaku. Waktu berganti dalam sajak manis hari ini. sajak yang menceritakan tentang hegemonial dunia. Kau dan aku. Kisah yang lama kutunggu kala itu. Ketika berpapasan langsung dengan mengenal wajah dan suara. Pertemuan yang berlanjut hingga suara-suara merdu merayu. Semacam nilai materialsme yang terkandung dalam tubuh mulai meningkat kedalam pikiran. begitu juga kau. Yang semakin merayu sendu dalam balutan baju memukau. 

    Senyum manja kau tawarkan dengan tulus, dengan pembicaraan yang begitu mesra. kulihat kau dalam balutan yang sangat menggoda. Dalam batinku, inikah yang disebut nafsu birahi. Seperti yang ada di panggung-panggung besar antara kau dan aku. orang-orang yang disekeliling dianggap tiada, tinggal pembicaraan yang mesra. kau tawarkan segudang impian di lanjutan hari. kemudian kau tawarkan godaan-godaan yang membuatku tertarik untuk melecuti bajuku sendiri. 

    Pikiranku kala itu hilang ketika kau menawarkan godaan yang tidak bisa dihindari. Kau membungkus secara rapi permainan yang kau ingini. kali ini aku terjebak pada permainanmu. Pada nilai tawarmu yang secara implisit mulai merasuk tanpa terpikirkan dampak yang akan timbul dari hubungan antara kau dan aku. Banyak "anjing-anjing" kecil menggongongi hubungan antara kau dan aku. 

   Kemudian hari ketika aku mulai bosan dengan balutan pakaianmu. Kau memaksa terus untuk menikmatinya. Kau paksa terus hati nurani yang mulai tergerus. Kau paksa terus untuk melihat dan memakaimu hingga hari mulai berganti. Kau yang mempengaruhiku untuk tidak memperdulikan "anjing-anjing" kecil yang gonggongannya semakin keras. Bahkan kau memaksaku untuk membunuh gonggongan itu dengan serdadu yang kumiliki.Kubunuh anjing-anjing itu. Darah yang mengalir dari anjing-anjing itu membuat kau tertawa.

     Setelah kusadari dan mengetahui tentang kau. Aku berusaha melepaskan ikatanmu dariku. Semua sudah terlanjur terjadi. Aku sudah berusaha lepas dari ikatanmu ,tapi wajahmu yang elok terus menghantuiku. Kau seperti magnet yang terus menarik bagi kehidupanku. karena kau pintar dan cerdas. Kau masukkanku dalam perangkap dan kau mainkanku dengan memanggil serdadumu yang lebih menggoda. Kusadari kau adalah Iblis dunia yang menghantuiku. Kau tertawa terbahak-bahak ketika kau mulai memberikan candu itu. hegemonial dunia ternyata yang membuatmu begitu menarik. Kau bagaikan malaikat penolong bagi kehidupanku. Nyatanya kau adalah iblis. iblis yang berpenyakitan. 

     Ternyata kusalah menilai kau. kukira dalam sajak ini hanya kau dan aku. Ternyata masih ada mereka korban-korban yang bermunculan. Kau jebak sebegitu elok dan memukau dengan balutan pakaianmu yang menawan. Aku menjadi tawananmu hari ini. Iblis dunia kunamai kau kapitalis, serdadu-serdadu perangmu kunamai World Bank dan IMF. Aku dan mereka adalah remaja yang berbentuk negara berkembang.Aku dan mereka yang kau ikat dalam duniamu yang keji. Iblis penyakit.

No comments:

Post a Comment